06/02/10

LEUKIMIA

SAHABATKU PERGI BERSAMA LEUKIMIA

Setelah menyelesaikan tugas akhirnya (SKRIPSI), sahabatku tergeletak di rumah sakit selama 1 bulan penuh. Masa yang dinantikan oleh mahasiswa pun tak sempat beliau cicipi, yakni wisuda. Toga, gorndon, nomor kursi dan kipas kesayangan inilah yang menjadi saksi kebulatan tekadnya untuk menjadi seorang sarjana. Tak pernah dia mengeluh, selama ini. Hingga tiba-tiba salaha satu rumah sakit memvonisnya terkena LEUKIMIA. Dan setelah seminggu pasca wisuda. Beliau pun pergi menghadap Illahi.


Leukimia adalah suatu penyakit yang dikenal dengan adanya proliferasi neoplasitik dari sel-sel organ hemopoietik, yang terjadi sebagai akibat mutasi somatik sel bakal (stem cell) yang akan membentuk suatu klon sel leukimia.
Penyakit kanker darah (leukimia) menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60% anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut. Leukimia merupakan keganasan hemopoietik yang mengakibatkan proliferasi klon yang abnormal dan sel bakal mengalami transformasi leukimia, terjadi kelainan pada diferensiasi dan pertumbuhan dari sel limfoid dan mieloid. Diagnosa leukimia akut dapat ditegakkan dari pemeriksaan hematologi Hb, leukosit, tulang, yaitu tipe leukimia akut berdasarkan klasifikasi FAB.

KOMPILIKASI YANG TERLIBAT DALAM LEUKIMIA KRONIK

1. Pembengkakan nodus limpa di leher, ketiak,perut,atau kemaluan.

2. Rasa sakit yang teruk terutamanya di bawah sternum.

3. Rasa letihan dan lesuan

4. Kehilang berat tanpa sebab tertentu.

5. Demam

6. Menerima lebam dengan senang.

7. Rasa sakit pada tulang.

8. Kadar pernafasan rendah( shortness of breath).

9. Kehilangan daya untuk makan.(loss of diet).

10. Dalam kes-kes yang teruk akan menyebabkan kematian.

11. Petechiae(pembentukan bintik-bintik merah dan kadang kala berbentuk tajam di bawah permukaan kulit yang disebabkan oleh pendarahan)

Gejala: sakit kepala, mual, muntah, kesadaran menurun dan kejang. ”Gejala lainnya berupa pucat mendadak tanpa diketahui sebabnya, panas, terjadi perdarahan, nyeri sendi sampai kepada gagal ginjal. Hati mengalami pembengkakan demikian juga testis mengalami pembesaran.”


Pencegahan: Melakukan deteksi dini kanker untuk pencegahan. ”Pencegahannya dengan mengonsumsi vitamin A dan C, buah maupun sayuran yang kaya akan serat.”


Pengobatan kanker darah akut (leukemia akut) menurut Mediayarti bertujuan kuratif atau paliatif: Pengobatan kuratif meliputi:
1. Siteroduksi dengan obat sitostatika mulai dari kombinasi sitosttika yang ringan hingga yang agresif dengan membutukan “rescue” sel iduh darh penderitah dari darah perifer untuk penyelamat pada ablasi sumsum tulang.
2. Transplantasi sel induk darah allogeni atau autologus dari sumsum tulang, darah perifer atau tali pusar.
3. Suportip
Melalui transfusi darah, pemberian vitamin B6 dan 12, zat besi, gizi yang cukup, antibiotik dan anti jamur bila ada indikasi. Sedangkan pengobatan leukemia kronik tergantung pada jenis dan fase atau stadium mana penderita ditemukan.

1 komentar:

  1. kak ErwiN..

    mgKn ituH adLh jalan terbaiK yg dipiLihkn tuHan untuK beLIau..smoga amaL kebaikannya sLama iny d trima oLeh-Nya

    BalasHapus